Thursday, November 5, 2015

Poskad dari Bagdad


Maret 2003


siapa pun kenal rasa takut,
yang membuat seluruh raga kejang
yang membuat perut mengkerut
yang membuat nyali menyingkir
yang membuat batas mati-hidup seperti garis pada air
semua mencair

disini aku datang hendak jadi tameng
apa yang bisa kubikin dalam dahsat medan nyata begini
kulit dagingku sama seperti mereka :
yang kukasihi pun yang kubenci
yang berlari pun yang menembaki

dalam ketegangan ini
mataku tak bisa lihat lagi
mataku tak bisa netes lagi
telingaku tak ngerti
semua gelap
semua pekak
mungkin inilah mati suri .....

sampai jiwaku kembali
dan kutemukan renungan ini :
aku cinta kamu
dan kuharap kau pun mencintai aku


[ben abel, Maret 2003, kesan dari post card seorang teman yang berusaha
menjadi tameng kemanusiaan]

Hanatepu


pagi-pagi
sebarisan pasukan TNI mendobrak pintu
dengan suara keras : "Apakah anda mendengar GAM ada disini"

hanatepu
hanatepu
hanatepu

palang pintu patah seperti mengaku hanatepu
daunnya terjerembab bagai menyembah aku hanatepu

O, tidak apa-apa ini hanya enam bulan
untuk menghapus kesengsaraan duapuluh enam tahun berlalu
DOM
hanatepu
hanatepu
hanatepu

malam-malam
ada bisik-bisik dari luar
dan dari dalam kembali
hanatepu
hanatepu
hanatepu

GAM
gam gam gam
tni tni tni
gam gam gam
tni tni tni
begitu letusan berganti digembang takut
lirih memekik leher-leher terjerat
tangan tni tangan gam
makin menyempit, mencekik ...
tak tau malam tak tau pagi
siang hilang ditelan awan cemas
hanatepu
hanatepu
hanatepu

karena tak tau
masing-masing pahlawan negara
mengunjuk kegagahan tugas negara

untuk apa ... ?
untuk apa
hanatepu

koran-koran bercerita
tni dan gam berkelahi
hanatepu

[ben abel, 2003]
hanatepu = tidak tau

Merdeka itu berbahaya



Perempuan itu terkena peluru
koran berseru-seru
para pembaca terharubiru
langit Acheh terus kelabu
tapi kebijaksanaan Republik Indonesia tetap bisu

Perempuan itu diperkosa
koran berkata-kata
para pembaca terbuai derai airmata
langit Acheh terus membara
tapi tentara Republik Indonesia tetap berjaya

Perempuan itu dianiaya
karena suaminya entah dimana
hanatepa, hanatepa, ... katanya
memelas derita impian Acheh merdeka
yang oleh tentara dilihat berbahaya

[ merdeka koq berbahaya ]

yah, karena harga negara (memang) jauh diatas harga manusia
itulah kacamata negara-tentara yang dijayakan semua

[ben abel, 2003]

Akhir Perjalanan Seorang Prajurit

:bagi prajurit kemanusiaan


Perajurit sebagai abdi negara
terjungkir bersama jeep patroli
lengannya lecet
jidatnya terjeduk, berdarah
dadanya berdegup, kencang
darahnya panas, memijar-mijar
tidak marah
mungkin ketakutan

dibalik topi baja ada kepala
di dalam itu kepala ada bayang
anak isterinya nun jauh disana
"papa jangan pergi lama-lama ya ..."
"pah, jaga diri baik-baik, kasian anak-anak ..."
..... tapi semua terputus dalam desing peluru
sebelum sebutir menembus tubuhnya
jiwanya telah tiada
pulang ke rumah mencari anak isterinya

bu ini aku datang ... ,
tong ini papa datang ...

suara itu menggema-gema kerontang terang
disetiap kepala bersedih
disetiap hati berduka
dibalik tiupan sangkakala pemakaman
terompet akhir perjalan seorang prajurit

[bena bel, 2003]

DOA SI ANAK PERAJURIT

: Otong pada al-bapakNya

Karena yakin, al-ayah masuk sorga, Otong pergi mendoa :

Yah, tengoklah kami di bawah sini
jualan koran Otong hari ini
tidak mencukupi
mami dilamar lelaki poligami
Otong tidak rela, ... tapi,
bisa apa lagi ...
toh mesti keluar dari baraq, sebentar lagi
karena mami bukan isteri tentara lagi

Yah, tolonglah kami di bawah sini
koran tak banyak laku hari ini
sekalipun Otong teriak, Aceh lagi - Aceh lagi
GAM keparat ketangkap te en ie
sekalipun Otong tau, pasti ayah nda sudi
semenjak kecil Otong diperingati
agar tidak biasa mengatai-ngatai
tapi Yah, kau ditembak GAM, mati
aku tidak sudi engkau mati
meninggalkan aku sendiri
terlunta-lunta begini
ditinggal mami kawin lagi

Yah, tolonglah
hentikan perang di Aceh
surutkan kekerasan hati jago-jago te en ie
bahwa kemenangan sejati
bukanlah melipatkali jumlah musuh dimati
tapi bikin damai isi negeri
caranya bukan pakai approaching sekuriti
tapi ngomong berkali-kali untuk negosiasi
seperti ayah pernah bilang berkali
damai bukan ciptaan te en ie
tapi tanggungjawab semua yang peduli
Otong peduli, makanya minta roh ayah nan suci
untuk bantu perang diberhenti
agar tak bertambah jumlah anak yatim lagi

Yah, tolonglah
tolong mereka yang bersusah
tolong mereka yang tersusah
demi Otong dan generasinya yang medatang Yah

Permisi
Otong harus pergi
jualan lagi ...

[ben abel, 2003:Juni/Juli]

Hal Suaminya

:isteri perajurit

Dalam menungnya dia berkata
kami sempat bicara
bahwa dia datang kesana untuk membunuh musuh
dan dari musuh menghadapnya untuk membunuhnya
apa pilihannya
dia cuma seorang perajurit ... t e l a d a n
diperintah komandan apa saja dilakukan

dan diam bersama senyap hari
bertemu anak bocahnya
dipadang baru perburuan
meyambung hidup sebagai mantan
isteri perajurit teladan

tong, papah pasti masuk surga
pasti diterima
dia tak pernah jahat
dia tak mati
dia menjadi darah daging ini negeri

[ben abel, 2003]

Ode bagimu


nafas kuhirup udara merayu
kicau unggas nari sepanjang rantingmu
kutemukan riang senda hijau
suara anak desa air mendesau

keriaan penuh isi dada
daun-daunmu bayang celah matari
sentuh lembut kulit rasakuseri
celoteh simponi girang nyanyi

tak kupikir inilah damai
dibawahmu semua tumbuh
tupai berakrobat banting raga
kejutku melepas gema
digerai dahan berayun rata

bingkaiku hari sepi peduli
burung menari patuk gelitik mari
menggerai alun nyanyi alam diri
merdu memukai mata hati

engkaulah pokok sejati
jasad pasak bumi
kusembahkan ini
diatas sunyi

[ben abel, 2003]