Thursday, November 5, 2015

Akhir Perjalanan Seorang Prajurit

:bagi prajurit kemanusiaan


Perajurit sebagai abdi negara
terjungkir bersama jeep patroli
lengannya lecet
jidatnya terjeduk, berdarah
dadanya berdegup, kencang
darahnya panas, memijar-mijar
tidak marah
mungkin ketakutan

dibalik topi baja ada kepala
di dalam itu kepala ada bayang
anak isterinya nun jauh disana
"papa jangan pergi lama-lama ya ..."
"pah, jaga diri baik-baik, kasian anak-anak ..."
..... tapi semua terputus dalam desing peluru
sebelum sebutir menembus tubuhnya
jiwanya telah tiada
pulang ke rumah mencari anak isterinya

bu ini aku datang ... ,
tong ini papa datang ...

suara itu menggema-gema kerontang terang
disetiap kepala bersedih
disetiap hati berduka
dibalik tiupan sangkakala pemakaman
terompet akhir perjalan seorang prajurit

[bena bel, 2003]

No comments: