Wednesday, May 14, 2008

Penyair Kawin

Syair ini semula kutulis begitu menerima permohonan doa restu mas Pinang,
yang sekalian ngundang kondang ke Pemalang. Tetapi Jum'at tadi, aku mesti
buru-buru balik kandang, lantaran mesti segera mengoleksi semua bagasi
anak-bini, lalu jemput mereka semua dari sekolah dan tempat kerja. Lagi
pula, kupikir toh pernikahan masih seminggu lagi. Sambil nyopir balik dari
Washington DC malam tadi, tiba-tiba dalam kepalaku berdentangan lagi
kata-kata penyair kawin, teguh dan hening ... doenia lamoen nan soedah
terbilang. Pagi ini, begitu membuka alaman imil gini eh ternyata banyak
sudah kawan-handai yang menjajal panjat dan doa serta harapan bagi
pengikatan dua sahabat: Teguh & Hening. Begitulah kukirimkan syair sekedar
menyambut selamat dalam hajat niat kalian sekalian atas persekongkolan
masa depan tokoh lamun dah terbilangan ini.




PENYAIR KAWIN

: Teguh & Hening


Seorang penyair kawin
setelah ribuan anak rohaninya bermain

Seorang penyair menikah
setelah ribuan baris cintanya gelisah

Seorang penyair kawin
ketika ribuan anak rohaninya merubungin

Seorang penyair menikah
ketika ribuan baris rindunya terasah, sudah

Seorang penyair ada kawin
karena Teguh-Setiawan & Rosalia-Hening

Seorang penyair tega menikah
ketika teguh dan hening bersumpah

Selamat, selamat b e r g a b u n g
pada pikat trang dan malam tersambung

Skrang, kalianlah sang syair panjang
dalam tasik pantun sepasang
dunia lamun nan sudah terbilang

-----------------------------------------------------
Di hari ngantenan anak bumi
Teguh Setiawan TS Pinang DAN Rosalia Hening Wijayanti
dlapanblas Mei duwaribudlapan ini
Pemalang jadi saksi

harap dan tetap, selalu
[ben abel, Ithaca - New York]
-------------------------------------------------------

Terima kasih banget atas undangannya mas Teguh.
Dan congratulation!

No comments: