Syair ini semula kutulis begitu menerima permohonan doa restu mas Pinang,
yang sekalian ngundang kondang ke Pemalang. Tetapi Jum'at tadi, aku mesti
buru-buru balik kandang, lantaran mesti segera mengoleksi semua bagasi
anak-bini, lalu jemput mereka semua dari sekolah dan tempat kerja. Lagi
pula, kupikir toh pernikahan masih seminggu lagi. Sambil nyopir balik dari
Washington DC malam tadi, tiba-tiba dalam kepalaku berdentangan lagi
kata-kata penyair kawin, teguh dan hening ... doenia lamoen nan soedah
terbilang. Pagi ini, begitu membuka alaman imil gini eh ternyata banyak
sudah kawan-handai yang menjajal panjat dan doa serta harapan bagi
pengikatan dua sahabat: Teguh & Hening. Begitulah kukirimkan syair sekedar
menyambut selamat dalam hajat niat kalian sekalian atas persekongkolan
masa depan tokoh lamun dah terbilangan ini.
PENYAIR KAWIN
: Teguh & Hening
Seorang penyair kawin
setelah ribuan anak rohaninya bermain
Seorang penyair menikah
setelah ribuan baris cintanya gelisah
Seorang penyair kawin
ketika ribuan anak rohaninya merubungin
Seorang penyair menikah
ketika ribuan baris rindunya terasah, sudah
Seorang penyair ada kawin
karena Teguh-Setiawan & Rosalia-Hening
Seorang penyair tega menikah
ketika teguh dan hening bersumpah
Selamat, selamat b e r g a b u n g
pada pikat trang dan malam tersambung
Skrang, kalianlah sang syair panjang
dalam tasik pantun sepasang
dunia lamun nan sudah terbilang
-----------------------------------------------------
Di hari ngantenan anak bumi
Teguh Setiawan TS Pinang DAN Rosalia Hening Wijayanti
dlapanblas Mei duwaribudlapan ini
Pemalang jadi saksi
harap dan tetap, selalu
[ben abel, Ithaca - New York]
-------------------------------------------------------
Terima kasih banget atas undangannya mas Teguh.
Dan congratulation!
Wednesday, May 14, 2008
Penyair Kawin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment