Wednesday, May 14, 2008

Cacing dan Tai sungguh

Cacing dan Tai sungguh

Sajak Ben Abel

Busuk, sungguh busuk

bagaimana engkau bisa menaruh

kata-kata sebusuk cacing dan tai

dengan hurup besar lagi

dalam syair yang susastera merekah indah

bukankah itu pertanda kemunduran kreasimu

aku mencurigaimu sebagai provokator

engkaulah provokator yang mebalik dunia

kebusukan kau jaja sebagai keindahan

takar keindahan engkau pasok kejijikan

ih, sungguh keji nian

O keindahan sungguh

ketika kakimu tak bertelapak lagi

tapi berselimut rapi sepatu nike

yang dijahit pekerja mana-mana

dengan upah buruk dari bau ketekmu

malah dipenjara Negeri Cina

para pesakit bekerja mati-mati

tanpa gaji

O kenikmatan sungguh

ketika engkau melenggang

sampiri toserba memborong barang-barang;

tidak engkau ketahui lagi rupa hewan dan becek sayur-mayuran

yang hasilkan tubuh idealmu

agar tidak cepat usur dan hancur,

apalagi pekerja mana-mana

yang jadi tukang jagal

penyayat daging tanpa pernah makan daging

karena upahnya bukan takaranmu

Dan engkau ngeri memikiri

cacing dan tai

karena kau buang hayat

di water closed, berkeran tembaga bersih

di rumah batu indah sungguh

engkau ngeri membayangkan

taimu dimangsa cacing-cacing dunia

hingga kau merasa perlu menabungnya pada septic tank

untuk tukang sedot tinja bisa berpesta

dan yang engkau makan itu

daur ulang :

tai, cacing, kebun, pasar, dapur dan lahap piringmu

lalu kembali jadi tai

itulah keindahan sungguh

Ha .... hahaha .....

ja ... jadi kita makan .....

hahaha ...............

ya, kita tertawa sungguh

seperti kiat kesusasteraan

untuk keindahan

nikmatnya

kenikmatan

yang nikmat

Cacing dan Tai sungguh

[ben-X / mar-apr.2k1]

No comments: