BERKEPALA MARXIS BERLIBIDO FEODAL
: Sobron Aidit & MISTERI-nya
sejarah itu
daftar panjang kebiadapan*
di atasnya bertingkah seakan segala kehidupan
ada yang melamun
ada yang menangis
ada yang memelas
ada yang gagah
mungkin sekali itu pertunjukkan
seperti kebohongan yang mesti ditutupi selalu
dengan apalagi, jika bukan kebohongan itu ke itu kembali
di ruang sisa kebedebahan
sebuah lubang pekat terangkat
isi kepala anak-cucu hendak dijerat;
para pelakon terus memestapora
karena kemenangan memang sorga
hidup yang disadiwarakan
sebagai jelata, harapan itulah nafas hari-hari beta
hidup yang disadiwarakan,
ialah simpul senyum para penipu,
pengganggu
sekian masa pekik konyol
dan banyol koboi
meremas semua tawa
dimana rupa kekayaan desa
yang bisa sisa, habis diraup tangan-negara
dan para pelakon terus mencaci kekerasan
kebejatan
kekuasaan
siluman
dan setan
disaat yang sama, juga menginjak-injak
sesama yang dikerangkengan negara
sebagai jelata, izinkan beta bicara
inilah orang
berkepala marxis berlibido feodal
marxis, karena pandai
bicara teori
dan hebat menudingi
feodal, karena solah
lakon yang terus menerjang
sesama setelah dilihatnya
di kerangkeng persona non grata
lalu makin dipuruknya lagi
kemudian merasa turut jadi pahlawan
seusai mempecundangi
diri sebagai orang
[ ben abel, 2003 ]
*Diambil dari "Illuminations" - Walter Benjamin
: Sobron Aidit & MISTERI-nya
sejarah itu
daftar panjang kebiadapan*
di atasnya bertingkah seakan segala kehidupan
ada yang melamun
ada yang menangis
ada yang memelas
ada yang gagah
mungkin sekali itu pertunjukkan
seperti kebohongan yang mesti ditutupi selalu
dengan apalagi, jika bukan kebohongan itu ke itu kembali
di ruang sisa kebedebahan
sebuah lubang pekat terangkat
isi kepala anak-cucu hendak dijerat;
para pelakon terus memestapora
karena kemenangan memang sorga
hidup yang disadiwarakan
sebagai jelata, harapan itulah nafas hari-hari beta
hidup yang disadiwarakan,
ialah simpul senyum para penipu,
pengganggu
sekian masa pekik konyol
dan banyol koboi
meremas semua tawa
dimana rupa kekayaan desa
yang bisa sisa, habis diraup tangan-negara
dan para pelakon terus mencaci kekerasan
kebejatan
kekuasaan
siluman
dan setan
disaat yang sama, juga menginjak-injak
sesama yang dikerangkengan negara
sebagai jelata, izinkan beta bicara
inilah orang
berkepala marxis berlibido feodal
marxis, karena pandai
bicara teori
dan hebat menudingi
feodal, karena solah
lakon yang terus menerjang
sesama setelah dilihatnya
di kerangkeng persona non grata
lalu makin dipuruknya lagi
kemudian merasa turut jadi pahlawan
seusai mempecundangi
diri sebagai orang
[ ben abel, 2003 ]
*Diambil dari "Illuminations" - Walter Benjamin
No comments:
Post a Comment