Thursday, November 5, 2015

pesan J a t a


[ ben abel, 2003 ]


Maaf lahir bathin
kami lewat bersama
tak berbendung
tak berkali
tak berkala

hitung sungai
alir deras mengair
surga hidup yang kau selalu lupa
sekalipun dendangmu saban hari :

pohon tak tumbuh tanpa air
rumput tak hijau tanpa air
manusia tak hidup tanpa air
tanah tak subur tanpa air

kami lewat bersama
melambaipun kau tidak

***

Jata balawing bulau
tuhan kaum Dayak
tak cuma semayami
sungai dan kali Kalimantan
ia penghuni agung legenda muka air
tempat mengadu jika tenggelam
tempat membayar hajat usai panen
tempat berhajat-niat tika tuah terundung duka
kemarau panjang
ikan-ikan tak bertelur lagi

kami lewat bersama
tak berbendung
maaf lahir bathin

cerita dayak apalah gunanya
air punya penguasa, tuhan segala
tawa pun berhamburan tak berhingga
bagai cambuk dasi sepatu di meja presiden direktur
segudang perpustakaan buku teori sains moderen
harga hidup dunia kejayaan pandangan mata
dimana uang adalah nyawa jiwa
kearifan bukan lagi semangatnya
di kantong mesin kebahagiaan sorgadunia

tak berhormat pada alam semesta
tak berhormat pada alam manusia
tak berhormat pada nilai nyawa
selain kelenjar nilai ekonomi terencana
dimana moral cumalah candu biasa
ekonomi selamanya mesra
bahagia penuh yang hampa

Jata tak minta dihargai
karena ia memang tak berharga
selain nilai semata dari manusia
manusia sadar makna hidup dunia
bukan cuma untuk kini semata
bukan cuma bagi dirimu belaka
bukan cuma sesesap mimpi
dan lamunan tak bertepi
seperti ini puisi
penuh peduli
hidup mati
sesama diri
ia diatas dan dibawah
segala
bagai bah yang kau terima

kami lewat bersama
tak berbendung
maaf lahir bathin
sebagai kearifan
alam

kau terkejut
katakan bencana
tika hutanku
telah kau lumati semua

No comments: