Thursday, November 5, 2015

OTONG DAN-A-CINTA


:Dana Cinta Anak Aceh

Yah, kau mati meninggalkan sedih berlari
kau mati ditembak musuh yang tak kau kenali
kau pun mungkin sempat menembak mati
mereka yang jadi musuh tugas abadi
seorang prajurit sejati
teladan bangsa ..... mati
[dan kunang semua menabur tanda tanya]

Di persimpangan lampu jalan
Otong berdiri-diri jualan koran
mencari uang jajan
sambil malam, rembah di rumah persinggahan
pagi sekolah terlambat terus
dan ngantuk tak juntrungan
di tuduh suka malas-malasan

Yah, anak kecil di sayangi tuhan 'kan
tolonglah sampaikan pada tuhan
agar membisikkan hati guru-guru sekolahan
bisa mengerti, turut rasakan yang Otong tanggungkan
yatim ditinggal ayah tertembak mati
piatu ditinggal ibu kawin lagi
bukan minta dikasihani
sebab ....

Hari ini Otong melihat lagi
di majalah terkenal ibukota
yang glamour penuh wajah gadis jelita
iklan sebesar penuh halaman
Dana Cinta Anak Aceh
[Otong tak masuk hitungan]

Bagaimana Yah,
Indonesia ngotot bikin perang disana
tentara meradang menerjang tendang
rakyat tinggal mengerang
para aktivis angkat berang
tivi-tivi siar gambar perang
Aceh luluh lantak oleh aksi siapa orang ?

Jika keputusan keadaan darurat tak ditaruh
jika tentara tak kita kirim kesana
akankah terjadi perang seperti sekarang ?
ini bukan kemunafikan seluruh orang ?
kita datang menghancurkan demi menang
sekalian meneteskan airmata duka
dan meminta dana cinta anak aceh
apa tidak sama dengan rencana terkeji
Pol Pot di tahun tujuhpuluhan
memutar waktu ke titik nol
dengan membantai, menyekolahkan kembali kaum dewasa
dengan menggunakan anak-anaknya sebagai bangsa baru masa depan
dan mereka mengganjarkan orangtuanya sendiri
dan mereka menghajar orangtuanya sendiri
dan mereka jadi bukan manusia lagi

akankah kita berlaku seperti itu juga
memelas pada anak-anak Aceh
tapi membiarkan orangtua mereka
binasa ditangan kekuasaan kita sendiri

Yah, aku tak sanggup lagi
mengerti
badan Otong capek sekali
mesti tidur agar tak dituding malas lagi
di sekolah yang mudahan bisa jadi masa depan
bagi Otong dan kawan segenerasian

[Oooooaaa ....
maaf, Otong menguap]

Dan cintaku Aceh
hanya sepicing doa
ayah akan negosiasi di sorga
agar tuhan selamatkan kita
anak segala bangsa

itu satu harapan
hanya itu yang Otong bisa lakukan
berharap dalam segala kekanakan
dibawah dengkur seluruh negeri
ketika malam menyelam
entah seram
entah kelam

dalam dada si kecil Otong
adalah kembang-kembang
kehidupan sebagai impian
suci kanak-kanak kemasa depan

lalu pun pulas
tanpa memelas

siapa terjaga
siapaaa........
[tapi disana, bergema dimalam buta
siap pak! bersama derap ..... serentak
rentetan senjata ....

[ben abel, 2003]

No comments: