Thursday, November 5, 2015

Kepada bangsa Dayak


: Atun & Magusig O Bungai & dayaks@yahoogroups.com


gugur daun, sambut musim rontok
bersuluh pokok, menyambut musim semi
tilas waktu tak terasa, tiba-tiba kita disini
dan melangkah sembari terus melengok sambil terseok
membaca masa sebelum sudah ini
tapi tak beringat kenangan peristiwa masa lalu kini
ajaran apa pula peneguh mata bathin yang tak terpojok
sebagai kemerdekaan nurani
nurani terkemilau bagi masa depan
seperti janji
kehidupan

untai keanekaan kita
bukanlah semata pelangi di awan
ia punya gerak hidup yang bisa tentukan
harkat dan hakekat kemanusiaan
seperti hukum yang berkeadilan
tidak semata buta menghakim kejam
ada cinta mesti dipertahankan seperti cinta
bukan cinta buta yang cuma kenal dua warna
hitam putih,
tetapi nyawa kehidupan bersama
kita semua

sadarkan cinta bersama kita
bangkitkan kebersamaan
tanpa penindasan
pamrih mesti dilupakan
hukum sudah tentu mesti ditegakkan

lalu dengan apa kita bisa ?
lalu dengan apa kita bisa ?

jawabnya ada ditangan kita semua
mengapa mesti bertanya ;
apa yang mesti kulakukan
jika diri memang milik kita sendiri

ataukah kita masih budak
anak ikan dalam bubu

ah, bangkitlah di padang
usah kumandang permusuhan

[ben abel, Freeville-2003]

No comments: