Mereka Pulang Dalam Peti
Jadi Pahlawan
[ ben abel, 25 Nov. 2003]
Kapten Wood, seblas tahun lalu
cuma Thomas Wood
mahasiswa biasa
hari ini dalam peti
berbungkus bendera Amerika
dia pulang ke kampung ibu-bapaknya
untuk dimakamkan
dengan upacara militer
si Tom yang murah senyum itu
kini nampak sangar di wajah kaku
para prajurit penggotong
para prajurit penggiring
para prajurit penembak salvo
dan tangis haru sanak-saudaranya
juga muka sembab ibu-bapaknya
disini lahat kesedihan
tumpah ruah
marah
gelisah
tak berpijah
mengapa,
sudah terlambat ditanya
anak petani ingin mengubah hidup
universitas diretas dengan susah
sekalipun dilarang ikut tentara
Tom hanya ingin melihat tempat lain
dengan bertugas sebagai perwira
dipikirnya bisa keliling dunia
sampai pacar diputus
sampai rela tanah warisan diserah ke desa
sampai rela berpisah ibu-bapak
hanya untuk bisa keliling dunia
satu cia-cita sederhana
dia tak pernah berbangga
jadi komandan kompi
brigade lapis baja
dia sibuk cerita tempat
dimana pernah dilihat
rumah ibu-bapak tak ada senapan
mereka anti industri senjata
mereka petani kebun
mereka penyayang binatang
mereka tak makan daging
sekarang satu meja tempat baret, bendera
dan pedang kepahlawanan bagi anaknya
yang oleh negara dipanggil Kapten Wood
"sebentar lagi akan dihantar ke kantor veteran" ujar bapak Wood.
"mereka semua, anak siapa saja, jika perang ini tak lekas dihentikan akan
pulang sebagai pahlawan dan hilang dari keluarga," ibu Wood bergumam.
Jadi Pahlawan
[ ben abel, 25 Nov. 2003]
Kapten Wood, seblas tahun lalu
cuma Thomas Wood
mahasiswa biasa
hari ini dalam peti
berbungkus bendera Amerika
dia pulang ke kampung ibu-bapaknya
untuk dimakamkan
dengan upacara militer
si Tom yang murah senyum itu
kini nampak sangar di wajah kaku
para prajurit penggotong
para prajurit penggiring
para prajurit penembak salvo
dan tangis haru sanak-saudaranya
juga muka sembab ibu-bapaknya
disini lahat kesedihan
tumpah ruah
marah
gelisah
tak berpijah
mengapa,
sudah terlambat ditanya
anak petani ingin mengubah hidup
universitas diretas dengan susah
sekalipun dilarang ikut tentara
Tom hanya ingin melihat tempat lain
dengan bertugas sebagai perwira
dipikirnya bisa keliling dunia
sampai pacar diputus
sampai rela tanah warisan diserah ke desa
sampai rela berpisah ibu-bapak
hanya untuk bisa keliling dunia
satu cia-cita sederhana
dia tak pernah berbangga
jadi komandan kompi
brigade lapis baja
dia sibuk cerita tempat
dimana pernah dilihat
rumah ibu-bapak tak ada senapan
mereka anti industri senjata
mereka petani kebun
mereka penyayang binatang
mereka tak makan daging
sekarang satu meja tempat baret, bendera
dan pedang kepahlawanan bagi anaknya
yang oleh negara dipanggil Kapten Wood
"sebentar lagi akan dihantar ke kantor veteran" ujar bapak Wood.
"mereka semua, anak siapa saja, jika perang ini tak lekas dihentikan akan
pulang sebagai pahlawan dan hilang dari keluarga," ibu Wood bergumam.
No comments:
Post a Comment