Sunat Kemerdekaan
[ben abel, 2003]
kita sedang mecoba
padamkan api merdeka
di serambi Mekah sana
dari mula semula
dikirim pasukan tentara
bakar rata semua kuta
terngiang janji merdeka
proklamasi Indonesia
kemerdekaan milik segala bangsa
nun disini pasukan merajarela
atas nama negara bangsa
tentara indonesia merajarela
sudah dibunuh raga
diteror semangatnya
dinista jiwanya
hukum dan keadilan
diperlakukan demikian
sebagai alat menghancurkan
yang dicurigai
yang dicatati
yang ditangkapi
menggelinding rapi
di meja pengadilan kilat
bagainya acara sunat
seperti sembilanbelas enamlima
tiada beda
ramuan merdeka
yang sama
meremehkan sesama
usahlah sudah kau tanyakan
kemerdekaan tak bisa dijanjikan
tapi rebut pertahankan
sampai titik nafas penghabisan
dan kebersamaan adalah pesta perusahaan
seperti perhitungan
segala keuntungan
yang merugikan
dicampak-lupakan
perbedaan
bukan lagi dirayakan
apalagi kekayaan
tapi satu beban
untuk dihabiskan
demi satu kesatuan
ketakutan ...
kita bukan tuhan
yang maha tunggal menentukan
sunat keadilan
sunat kemanusiaan
sunat kekerdilan
sunat kepercayaan
kilat pengadilan
pengadilan kilat
sunat kemerdekaan
pisau militer termulia
No comments:
Post a Comment