Wednesday, May 14, 2008

J o d o h a n

Jodohan

Sajak Ben Abel

Meja restoran warna coklat legam

berbentuk bundar, menadah semua

bangku kulit hitam melingkari separuhnya

dijubal orang berenam

"think of one" Thelonious Monk mengalun

diantara asap rokok, denting botol bir, gelas anggur

keceplok botol sampanye, pun gelak tawa

malam hiburan

gosip, cerita, canda berlaga membalada

sepekan lewat, hari ini bau badan

liuk rambut, gemerlap dandan

rangkum semua kejenuhan profesi

moncong mulut saling mengaku budak kota metropolitan

dan keluhan bercucuran parah dari peluh sesungguh

wajah-wajah ramah bermata tanpa cahaya

kulit seperti plastik, nampak halus bersetuh cadas

seragam malam pesta, bayar sendiri-sendiri, penghuni kota

larut malam hilang tak berdentang

besok boleh tidur hingga petang

pabrik-pabrik memberi luang

tapi mengangkat badan serasa tak bertulang

ada keberatan tak terbilang

dibangku kulit hitam, meja bundar coklat legam

banjir kemesraan tak mungkin terbawa serta

semua tertinggal seperti bayaran bon

teronggok sampai pelayan menjemputnya

keramaian dibeli kesepian jadi mantel diri

kelotak sepatu deru kereta

genggam tangan, pagut pisahan

lambaian akhir satu pesta

hati semua terburai rata

berkeping-keping seramai lampu kota

di rumah, tikus pun bukan musuh

sagala piaraan diajak bicara

namanya kecintaan

cicak di dinding jodohan

jadi bahan senyuman

"think of one" Thelonious Monk mengalun

botol-botol kosong menemui kotak pengembalian

pelayan-pelayan menggoncang metropolitan

budak-budaknya terleler ketiduran

[NY city, malam tahun baru 1990]





No comments: